Sulteng,Morowali Utara, Intergreenmedia.co.id – Di tanah Morowali Utara, ketidakadilan kembali menunjukkan wajahnya yang keji! Skandal besar melibatkan kepala desa Bunta dan Bungintimbe yang diduga merampas hak rakyat demi keuntungan pribadi. Luis Galela, seorang warga yang telah menggarap tanah di Lopo sejak tahun 1984, kini kehilangan haknya akibat permainan kotor yang dilakukan oleh elit desa.
Luis mengungkapkan kisah pilunya. Tanah yang telah ia jaga selama puluhan tahun tiba-tiba dijual tanpa sepengetahuannya! “Tahun 2021, kepala desa Bunta dan kepala desa Bungintimbe sepakat menjual tanah ini. Saya baru tahu setelah Cristol Lolo, kepala desa Bunta, menahan saya di depan rumahnya dan mengatakan bahwa ada bagian uang Rp 300 juta untuk saya,” ujar Luis dengan nada getir. Namun, saat ia mencoba menagih haknya di kantor GNI, uang tersebut lenyap tanpa jejak! “Cristol bilang uang itu sudah diambil oleh Junaid,” tambahnya dengan kekecewaan mendalam.
Bukan hanya kehilangan uang, surat-surat kepemilikan tanah Luis pun raib! Dalam pertemuan dengan beberapa tokoh desa, Luis diminta membawa surat aslinya. “Saya serahkan ke Coy, lalu dia berikan ke Irma, admin mereka. Setelah itu, surat saya hilang! Seakan-akan saya tak pernah memiliki tanah itu!” serunya, dengan kemarahan yang sulit dibendung.
Pada tahun 2024, ketika Luis mencoba menelusuri nasib tanahnya, ia mendapatkan kenyataan pahit. Kepala desa Bunta terang-terangan mengatakan bahwa tanahnya telah terjual! “Cristol bilang tanah saya sudah dijual! Saya tidak bisa lagi menahan amarah, ini jelas-jelas penipuan dan penggelapan yang dilakukan dengan sadar!” tegasnya penuh kepedihan.
Sementara itu, dalam rekaman suara yang diterima awak media, Cristol Lolo justru berkelit dan melempar kesalahan ke pihak lain. Ia menyebut Junaid dan kepala desa Bungintimbe sebagai dalang utama di balik konspirasi ini. Namun, jika ia tidak terlibat, mengapa ia yang memberi tahu Luis soal Rp 300 juta? Bagaimana mungkin ia tahu detail transaksi yang katanya bukan urusannya?
Lebih mengejutkan lagi, dalam rekaman lain, Cristol terlihat semakin panik dan emosional. “Saya ini sibuk mengurus masyarakat, bukan cuma urusan jurnalis!” katanya, seolah ingin mengalihkan isu. Pernyataan ini justru menunjukkan bagaimana kepemimpinan desa lebih memilih menghindari tanggung jawab ketimbang menyelesaikan masalah rakyatnya.
Luis hanya memiliki satu tuntutan: KEADILAN! Ia mendesak agar kasus ini segera diproses hukum dan para pelaku penipuan serta penggelapan bertanggung jawab atas perbuatannya. “Saya tidak butuh miliaran, cukup kembalikan hak saya yang Rp 300 juta itu! Saya minta perlindungan hukum! Saya tidak akan diam!” serunya dengan penuh keteguhan.
Kasus ini adalah bukti nyata betapa hukum sering kali berpihak pada yang berkuasa! Jika tanah rakyat bisa dengan mudah dijual tanpa izin, maka ini bukan sekadar penipuan. Ini adalah KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN! Berapa banyak lagi rakyat kecil yang akan menjadi korban kerakusan para elit desa?
Saat ini, masyarakat menunggu keberanian pihak berwenang. Apakah hukum akan tegak, ataukah akan terus tunduk pada kepentingan segelintir orang? Kami tidak akan diam! Rakyat harus bangkit dan menuntut keadilan!
Dikonfirmasi, mantan Kades Bungintimbe yang kini menjadi anggota DPRD Morowali Utara masih bungkam! Lewat pesan WhatsApp, ia belum memberikan tanggapan resmi atas skandal besar ini. Apakah ini tanda kepanikan? Rakyat berhak tahu kebenaran! RE Inter Green Media RY.Mona












