Morowali Utara mengemas peringatan Hari Buruh 1 Mei dalam jalan santai, senam, dan donor darah. Para buruh tersenyum, para manajer ikut turun ke jalan.
SULTENG,KOLONODALE, Intergreenmedia.co.id — Ratusan buruh bersama keluarga mereka memadati pelataran Gedung Morokoa, Kolonodale, Kamis pagi, 1 Mei 2025. Tapi bukan dengan spanduk dan megafon. Mereka mengenakan kaus santai, sebagian membawa anak, dan semuanya tersenyum. Hari itu, Hari Buruh dirayakan tanpa orasi. Hanya gerak tubuh dalam jalan santai yang berakhir dengan senam bersama di halaman Kantor Bupati Morowali Utara.
Di tengah hiruk pikuk industri yang menggeliat di kabupaten ini, Hari Buruh bukan dijadikan momentum demonstrasi. “Kita bersyukur di Morowali Utara, hari buruh tahun ini tidak diperingati dengan aksi demonstrasi, tapi dengan kegiatan positif seperti ini,” ujar Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, yang turut memantau jalannya acara.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Morowali Utara, Kartiyanis Lakawa, menyebut kegiatan ini melibatkan hampir seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Tak hanya buruh, bahkan para top manajemen pun ikut berbaur, mengikuti jalan santai dan donor darah yang digelar oleh PMI Morowali Utara.
“Bahkan kami melihat beberapa manajer ikut langsung donor darah. Ini bentuk kebersamaan yang langka,” kata Yanis, sapaannya.
Di sudut halaman kantor bupati, Tomi, seorang buruh dari kawasan industri Tompira, bersama rekan-rekannya tampak sibuk mengambil foto. “Kapan lagi bisa foto di sini. Tiap hari cuma mutar-mutar di pabrik,” ujarnya sambil tertawa lepas.
Peringatan Hari Buruh di Morowali Utara tahun ini memang terasa berbeda. Tak ada suara protes, namun pesan solidaritas justru mengalir lewat peluh di kening, langkah di jalan santai, dan tetes darah di kantong PMI. Sebuah cara lain mengenang perjuangan buruh—dalam senyum dan kebersamaan.
(Laporan : Tim Redaksi Intergreenmedia – Mona A.)












