SKANDAL TANAH DI MOROWALI UTARA: WARGA DIINTIMIDASI, KEPALA DESA BUNTA DIDUGA TERLIBAT!

Sulteng,Morowali Utara,Intergreenmedia.co.id – Jeritan seorang warga yang merasa ditindas menggema di Morowali Utara. Tanah yang seharusnya menjadi haknya kini hilang begitu saja, sementara ia malah mendapat intimidasi dari oknum Kepala Desa Bunta. Perjuangannya menuntut keadilan terus berlanjut, meski tekanan demi tekanan datang silih berganti.

Semua bermula ketika Kepala Desa Bunta mendatangi rumahnya sekitar pukul 11 siang. Sebelumnya, seorang rekan telah memanggilnya, namun ia menolak bertemu kecuali jika hanya empat mata dengan kepala desa. Dengan hati penuh tanya, ia menunggu selama setengah jam hingga akhirnya kepala desa muncul di depan pintu rumahnya.

Saat memasuki rumah, sang kepala desa langsung menunjukkan amarahnya. Ia mempertanyakan tindakan warga yang dianggapnya menyinggung. Namun, dengan suara lantang, warga tersebut menjawab, “Jika kau tersinggung, biarlah! Aku hanya menyuarakan kebenaran!”

Dalam perbincangan yang memanas, kepala desa berdalih bahwa ia tidak terlibat dalam pengambilan uang hasil penjualan tanah. Ia menyebut nama Kepala Desa Bungintimbe dan seseorang bernama Junaid sebagai pihak yang mengambil uang Rp 300 juta. Namun, bagaimana mungkin ia tahu jumlah pastinya jika benar-benar tidak terlibat? Bagaimana bisa ia meminta dokumen jika tidak memiliki andil dalam transaksi itu? Pertanyaan-pertanyaan ini terus menggantung, menanti jawaban yang tak kunjung datang.

Di tengah situasi tegang, kepala desa tiba-tiba menelepon seseorang Jurnalis  MA, memperingatkannya agar berhati-hati karena akan dilaporkan. Ancaman? Tekanan? Atau sekadar permainan kuasa?

Teriakan Minta Keadilan

Sang warga kini hanya meminta satu hal: perlindungan dan keadilan. Ia tak meminta semua miliaran rupiah yang disebut-sebut dalam transaksi gelap itu. Ia hanya ingin haknya dikembalikan, setidaknya uang Rp 300 juta yang disebutkan. Tak lebih, tak kurang.

Namun, sampai hari ini, keadilan masih jauh dari jangkauan. Masyarakat terus bertanya, di mana aparat hukum? Mengapa mereka diam? Adakah keadilan yang tersisa untuk rakyat kecil?

Suara ini bukan hanya milik satu orang. Ini adalah suara banyak warga yang merasa tertindas. Jika keadilan tidak ditegakkan, kepada siapa lagi rakyat kecil harus mengadu?RE Inter green media RY Mona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *