Konawe Utara,Intergreenmedia.co.id – Pembangunan ekonomi tidak akan bermakna tanpa investasi pada sumber daya manusia (SDM). Data BPS menunjukkan bahwa sektor jasa pendidikan dan kesehatan di Konawe Utara mulai mengalami peningkatan kontribusi terhadap PDRB, meski masih relatif kecil dibanding pertanian dan pertambangan. Hal ini menjadi indikator bahwa kebijakan daerah telah bergerak ke arah penguatan kualitas manusia sebagai modal pembangunan jangka panjang.
Pemerintah pusat melalui program Indonesia Pintar, serta provinsi Sulawesi Tenggara dengan alokasi APBD untuk pendidikan dan kesehatan, memperkuat arah pembangunan SDM di daerah. Konawe Utara merespons dengan digitalisasi sekolah, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih merata hingga ke desa-desa terpencil. Upaya ini sejalan dengan target nasional menurunkan angka stunting dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Bupati Ikbar menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama untuk menciptakan masyarakat yang tangguh. Menurutnya, investasi di bidang SDM jauh lebih penting daripada sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi berbasis angka, karena kualitas manusia akan menentukan daya saing daerah di tingkat global. Pernyataan ini selaras dengan arahan UNESCO yang menekankan pendidikan berkualitas sebagai kunci pembangunan dunia, serta WHO yang menekankan pentingnya sistem kesehatan yang kuat.
Konawe Utara, melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat, menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas yang tidak terpisahkan dari strategi ekonomi. Dengan dukungan kebijakan pusat, provinsi, dan dukungan global, daerah ini membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya diukur dari angka PDRB, tetapi juga dari kualitas manusia yang lahir dan tumbuh dalam sistem yang sehat dan adil ( Tim RE Intergreenmedia.co.id Rox )












