Sulteng, Morowali, Intergreenmedia.co.id – Seolah menyaksikan kedatangan bintang-bintang Negara, masyarakat Morowali menyambut rombongan pejabat tinggi yang meninjau langsung lokasi tambang ilegal PT. Bumi Morowali Utama (BMU) di Desa Laroenai, Kecamatan Bungku Pesisir, Selasa, 4 November 2025. Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung, memimpin kunjungan kerja untuk penertiban kawasan hutan sekaligus pemasangan plang penguasaan Satgas PKH.

Kedatangan Menhan RI disambut oleh jajaran pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pimpinan perusahaan tambang. Dalam rombongan hadir Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, serta pejabat TNI dan Polri lainnya.
Di bandara khusus PT. IMIP, rombongan diterima Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf, Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, dan pimpinan PT. IMIP serta PT. MSS. Setelah persiapan, rombongan bertolak menuju lokasi PT. BMU menggunakan helikopter Caracal dan tiba sekitar pukul 11.25 WITA.
Tiba di lokasi, Menhan RI dan rombongan disambut Kasum TNI, Kepala Bais TNI, Kabareskrim Polri, Kapolda Sulteng, serta pejabat terkait dari TNI, Polri, Kejaksaan, dan lembaga pemerintah pusat lainnya. Acara diawali dengan laporan pencapaian Satgas PKH Halilintar oleh Dansatgas Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, dilanjutkan sambutan Menhan RI.
Pemasangan plang secara simbolis oleh Menhan RI, Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung menegaskan penguasaan Satgas PKH atas lokasi tambang ilegal PT. BMU. Langkah ini sekaligus menjadi wujud tegas pemerintah dalam menjaga kedaulatan hutan, menegakkan hukum, dan melindungi hak-hak masyarakat terdampak.

Kunjungan diakhiri dengan sesi wawancara bersama wartawan media nasional dan lokal. Menhan RI menegaskan, upaya penertiban tambang ilegal adalah bagian dari tanggung jawab negara untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bangsa, sekaligus memastikan masyarakat sekitar hidup terlindungi dan mendapat kepastian hukum.
“ Ini bukan sekadar penertiban, tetapi juga simbol keadilan bagi rakyat dan alam Morowali, ” kata Menhan RI dalam kesempatan itu.
Kehadiran para “bintang negeri” ini di Morowali menjadi momentum penting bagi penegakan hukum dan perlindungan lingkungan, sekaligus memberi pesan kuat bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, menegakkan kedaulatan, dan menjaga masa depan hutan serta generasi mendatang.( Tim RE Intergreenmedia.co.id ROX )












