Sulteng,Morowali,Intergreenmedia.co.id — Sekitar 120 buruh dari Aliansi Kemanusiaan Bersatu (SBIMI, FSPMI, SPIM) melakukan aksi unjuk rasa di kantor PT IMIP, Desa Fatufia, Jumat (14/11/2025), menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas kecelakaan kerja yang menewaskan Alm. Abdul Wahab.
Massa menyoroti kelalaian PT LSI/BSI Departemen Ferronickel, salah satu tenant IMIP, dan mendesak perbaikan menyeluruh sistem K3, pencopotan pejabat terkait, serta santunan Rp 600 juta kepada keluarga korban sebelum 20 November 2025.
Dalam aksinya, buruh juga meminta kepolisian mengusut tuntas kecelakaan dan menindak pihak yang melakukan intimidasi terhadap pekerja, sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU Serikat Pekerja.
“Setiap nyawa buruh tidak boleh menjadi statistik. Ini soal tanggung jawab negara dan perusahaan terhadap keselamatan manusia,” kata Sudirman SH, jendlap aksi.
Hingga berita ini naik tayang, belum ada tanggapan resmi dari PT IMIP maupun PT LSI/BSI. Aksi terus berlangsung dengan pengamanan TNI-Polri agar situasi tetap kondusif.( Tim.RE.Intergreenmedia.co.id )












