PROGRAM DESA LESTARI LINGKUNGAN HIJAU DI TOMPIRA: WAWANCARA EKSKLUSIF INTERGREENMEDIA.CO.ID

Sulteng, Morut, InterGreenmedia.co.id – Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama InterGreenmedia.co.id, Kepala Desa Tompira, Surfand Tanandi, memaparkan berbagai upaya Desa Tompira dalam menjalankan program Desa Lestari Lingkungan Hijau. Program ini digagas melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak dalam rangka mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan lestari.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan desa yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki kualitas lingkungan yang baik,” ujar Surfand Tanandi. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai mitra, Desa Tompira telah melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Program Hijau di Berbagai Sektor

Beberapa program yang telah berjalan di Desa Tompira antara lain penghijauan lingkungan desa, pembangunan taman hijau di sekitar sekolah TK dan PAUD, serta pembuatan kebun herbal di sekitar Puskesdes dan Posyandu terpadu. Selain itu, program bantuan rumah tidak layak huni dari Program PPM/CSR juga turut memperhatikan aspek ramah lingkungan dalam pembangunannya.

Pendidikan lingkungan juga menjadi perhatian, dengan adanya pemberian seragam sekolah dari bahan ramah lingkungan bagi anak-anak kurang mampu. Tak hanya itu, program sembako murah dan sunatan gratis juga tetap memperhatikan aspek kesehatan lingkungan masyarakat.

Sinergi untuk Desa Lestari

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program-program ini. Harapannya, Desa Tompira bisa menjadi contoh desa hijau di Sulawesi Tengah, bahkan di Indonesia,” kata Surfand.

Program ini juga didukung dengan pembangunan infrastruktur jalan desa yang mempertimbangkan aspek lingkungan, seperti penggunaan material yang ramah lingkungan dan penghijauan di sepanjang jalan desa.

Sejarah dan Potensi Desa Tompira

Desa Tompira, yang berada di Kecamatan Petasia Timur, dikenal dengan sejarah panjangnya sejak tahun 1907. Berasal dari sebuah pemukiman kecil di Uwai Koloe, kini desa ini telah berkembang pesat dengan berbagai program pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Dengan luas wilayah sekitar 65 km², Desa Tompira memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi hijau, terutama melalui sektor pertanian dan pariwisata lingkungan. Kondisi geografis yang berada di bantaran sungai dan wilayah endapan Sungai Laa memberikan peluang dalam pengembangan ekowisata dan pertanian organik.

Masa Depan Desa Lestari

Dengan program-program berkelanjutan yang terus dijalankan, Desa Tompira berpotensi menjadi model desa hijau yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mitra CSR, desa ini menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

Liputan eksklusif ini merupakan bagian dari program InterGreenmedia.co.id dalam mendukung desa-desa yang peduli lingkungan dan berorientasi pada masa depan yang lebih hijau. RE.MONA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *