Morowali Utara 5 November – Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, adalah figur yang tak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Lahir di Beteleme pada 25 Juli 1976, Delis telah menorehkan jejak sebagai pemimpin yang visioner, berdedikasi pada kesejahteraan masyarakat, serta berkomitmen membangun daerah yang lebih sehat, cerdas, sejahtera, dan peduli lingkungan.
Sosok laki-laki ini mengabdikan diri sebagai Bupati dengan membawa misi kuat untuk memajukan daerahnya. Berkat latar belakang pendidikan kedokteran dan gelar MARS (Master Administrasi Rumah Sakit), ia mampu membawa sudut pandang ilmiah dan praktis dalam memimpin wilayah dengan berbagai tantangan, termasuk akses kesehatan, pendidikan, serta isu lingkungan yang kritis di Morowali Utara.
Visi dan Misi Pembangunan Morowali Utara yang Berkelanjutan
Delis dikenal dengan visinya yang ambisius: “Mewujudkan Kabupaten Morowali Utara yang Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Visi ini mencerminkan komitmen kuat terhadap pembangunan yang tidak hanya berfokus pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga keseimbangan lingkungan hidup. Dalam konteks ini, Delis menambahkan pendekatan berkelanjutan pada setiap kebijakan, menjadikan perlindungan dan pelestarian lingkungan sebagai salah satu pilar utama dalam membangun wilayahnya.
Dalam misinya, Delis merangkum beberapa poin kunci yang menekankan pentingnya kebijakan ramah lingkungan:
Meningkatkan aksesibilitas dan mutu pelayanan kesehatan dengan memperhatikan faktor lingkungan yang berpengaruh pada kesehatan masyarakat, termasuk kualitas air bersih, sanitasi, dan pengelolaan limbah.
Memperbaiki mutu pendidikan, termasuk memasukkan materi lingkungan hidup ke dalam kurikulum pendidikan, agar generasi muda memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup tentang pentingnya menjaga alam.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi wilayah, dengan mendorong praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta memastikan bahwa eksploitasi kekayaan alam, seperti pertambangan dan perikanan, tidak merusak ekosistem yang ada.
Pembangunan infrastruktur hijau, yang memperhatikan kelestarian lingkungan, di mana setiap proyek pembangunan harus mempertimbangkan dampak lingkungannya dan menggunakan pendekatan teknologi ramah lingkungan.
Peningkatan profesionalisme dan kinerja pemerintah daerah, termasuk dengan membangun kesadaran dan tanggung jawab seluruh aparatur untuk melaksanakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berbasis pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
Menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis ekonomi hijau, dengan memprioritaskan sektor-sektor yang mendukung pelestarian lingkungan, seperti ekowisata dan industri berbasis sumber daya alam terbarukan.
Kebijakan Lingkungan: Menjaga Alam Demi Generasi Mendatang
Sebagai pemimpin di wilayah yang kaya akan sumber daya alam, Delis Julkarson Hehi paham bahwa pembangunan ekonomi yang cepat sering kali datang dengan risiko kerusakan lingkungan. Kabupaten Morowali Utara memiliki potensi besar di sektor pertambangan dan perikanan, tetapi Delis menegaskan bahwa eksploitasi sumber daya ini harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Ia berkomitmen untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan pelestarian lingkungan, sehingga daerahnya bisa tumbuh tanpa harus mengorbankan kelestarian alam yang diwariskan untuk generasi mendatang.
Dalam setiap kebijakan pembangunan, Delis menerapkan prinsip environmental impact assessment (EIA) yang ketat. Setiap proyek infrastruktur, baik jalan, jembatan, ataupun kawasan industri, harus melalui proses penilaian dampak lingkungan yang komprehensif sebelum diizinkan untuk beroperasi. Pendekatan ini diambil untuk memastikan bahwa semua proyek yang berjalan tidak akan merusak ekosistem atau mencemari sumber daya alam, seperti sungai dan hutan, yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Morowali Utara.
Selain itu, Delis juga mendorong pengembangan ekowisata sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan potensi alam yang melimpah, termasuk hutan tropis dan garis pantai yang indah, Morowali Utara memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekowisata yang berkelanjutan. Melalui ekowisata, masyarakat lokal dapat memanfaatkan kekayaan alam untuk mendapatkan penghasilan tanpa harus merusak atau mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan.
Kebijakan Ramah Lingkungan dalam RPJMD 2021-2026
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Morowali Utara Tahun 2021-2026, yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021, Delis menggariskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. RPJMD ini mencakup kebijakan untuk memperkuat tata kelola lingkungan, termasuk pengelolaan hutan, sumber daya air, dan penanganan limbah industri.
Selain itu, Delis juga memperjuangkan penerapan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan energi angin, di berbagai wilayah terpencil di Morowali Utara. Dengan mengadopsi teknologi ramah lingkungan, Delis berharap dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang sering kali merusak lingkungan dan menyebabkan pencemaran.
Menuju Kabupaten Morowali Utara yang Sehat, Sejahtera, dan Lestari
Di bawah kepemimpinan DR. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, Kabupaten Morowali Utara sedang bertransformasi menjadi daerah yang tak hanya mengejar kemajuan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan alam. Visi sehat, cerdas, dan sejahtera yang diusungnya bukan hanya tentang kemakmuran masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana menjaga lingkungan tetap lestari untuk dinikmati oleh generasi masa depan.
Dengan kebijakan-kebijakan ramah lingkungan yang telah diterapkan, Delis menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Ia percaya bahwa hanya dengan menjaga kelestarian alam, Morowali Utara bisa mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.: Reporter Mona,InterGreen Media.co.id
Mengulas kepemimpinan yang peduli lingkungan dan membangun Indonesia dari pinggiran












