Pertemuan PT TAS dan Warga Torete: Suara Mangrove yang Terancam di Tengah Transparansi CSR Tambang

Dok Istimewa Intergreenmedia.co.id : Kantor PT TAS site Desa Buleleng kecamatan Bungku pesisir

Sulteng,Morowali, Intergreenmedia.co.id — Perusahaan Tambang Nikel yang beroperasi di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yakni PT Teknik Alum Service (TAS), berencana menggelar pertemuan dan dialog bersama masyarakat Desa Torete. Kegiatan ini semula dijadwalkan pada Kamis, 16 Oktober 2025, namun kemudian ditunda dan akan dilaksanakan pada Jumat, 17 Oktober 2025, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Torete.

Agenda dialog tersebut tertuang dalam surat resmi PT TAS yang ditandatangani oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) Ir. Agus Riyanto, tertanggal 15 Oktober 2025, dan ditujukan kepada Kepala Desa Torete. Surat tersebut juga ditembuskan kepada unsur keamanan wilayah (Tripika) serta Polres Morowali sebagai bentuk koordinasi.

Pihak perusahaan berharap, pertemuan tersebut dapat dihadiri masyarakat secara luas agar seluruh persoalan di lapangan dapat dibahas bersama dan menghasilkan kesepahaman yang konstruktif.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas berbagai aspirasi warga terkait kegiatan perusahaan di wilayah sekitar Hutan mangrove dan lahan masyarakat. Beberapa isu yang menjadi perhatian publik meliputi persoalan Batas lahan, mekanisme ganti rugi, serta transparansi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Dok Istimewa Intergreenmedia.co.id : JETY PT TAS site Desa Buleleng kecamatan Bungku pesisir

Sejumlah warga sebelumnya menyuarakan pentingnya keterbukaan informasi publik dari pihak perusahaan, terutama terkait kegiatan di kawasan pesisir dan mangrove yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Mereka berharap dialog ini dapat membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka dan solutif antara perusahaan dan warga.

Pemerhati lingkungan di tingkat lokal juga menilai bahwa kawasan mangrove di sekitar Torete dan Buleleng memiliki fungsi ekologis penting sebagai penyangga wilayah pesisir. Karena itu, segala bentuk aktivitas pembangunan dan industri di wilayah tersebut diharapkan memperhatikan kaidah perlindungan lingkungan sesuai peraturan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Teknik Alum Service maupun Pemerintah Desa Torete belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil koordinasi lanjutan terkait agenda dialog tersebut. ( Tim RE Intergreenmedia.co.id.Rox )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *