MENINGKATKAN PROFESIONALISME PEKERJA: FPE-KSBSI GELAR TRAINING LOBI DAN ADVOKASI DI MOROWALI UTARA

Sulteng,Morowali Utara,InterGreenmedia.co.id- kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Training Lobi dan Advokasi oleh Federasi Pertambangan dan Energi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE-KSBSI). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Hotel Jompi, Kolonodale, pada Senin (03/12/2024), dengan melibatkan sekitar 20 peserta.

Tak hanya dihadiri anggota FPE-KSBSI dari berbagai wilayah di Morowali Utara, acara ini juga menghadirkan HRD Manager PT GNI, Heru Tri Saputro. Pembukaan dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Morowali Utara, Yohanis Lakawa, yang memberikan apresiasi atas inisiatif ini.

Meningkatkan SDM Pekerja untuk Masa Depan

Ketua PK FPE PT GNI, Ismail, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) pekerja, khususnya dalam memahami hukum dan aturan yang berlaku di lingkungan kerja.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pekerja tidak hanya fokus menuntut hak, tetapi juga mampu meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab mereka dalam bekerja,” ujar Ismail.

Menyoroti Persoalan Penting di Morowali Utara

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) FPE-KSBSI, Riswan Lubis, menegaskan pentingnya perhatian terhadap berbagai masalah yang terjadi di Morowali Utara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa federasi akan terus mengawal isu-isu yang dihadapi pekerja hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

“Kami melihat banyak persoalan di Morowali Utara. Oleh karena itu, kami akan terus mendukung pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah ini sebelum menjadi lebih besar,” kata Riswan.

Tuntutan Pekerja yang Belum Terpenuhi

Riswan juga menyampaikan sejumlah keluhan yang hingga kini belum terjawab oleh pihak PT GNI. Di antaranya:

Cuti family visit yang belum diterapkan.

LKS Bipartit, yang seharusnya menjadi wadah komunikasi perusahaan dan pekerja, belum berjalan.

Tunjangan transportasi dan keluarga, yang dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Pemeriksaan kesehatan rutin (MCU), yang menjadi prioritas karena rendahnya kualitas Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia.

“Kami mendesak agar perusahaan segera menindaklanjuti keluhan-keluhan ini. Jika hingga akhir tahun belum ada realisasi, kami akan memberikan peringatan tegas. Dan jika hingga tahun depan tetap diabaikan, kami siap mengambil langkah lebih keras,” tegas Riswan di hadapan Kadisnaker Morowali Utara.

Langkah Konkret untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi para pekerja, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang lebih baik antara karyawan, perusahaan, dan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, FPE-KSBSI menunjukkan komitmen mereka untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja sembari mendorong peningkatan profesionalisme di dunia kerja.Mona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *