Laporan : Tim Investigasi Intergreenmedia.co.id
Sulteng,Moru,Intergreenmedia.co.id-Sejumlah dokumen teknis yang tampak formal dan rapi tersusun di kantor pemerintah Kabupaten Morowali Utara. Lembar-lembar laporan perencanaan bangunan layanan kesehatan seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Poskesdes, yang semestinya menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan masyarakat pedesaan, ternyata menyimpan kejanggalan sistemik.
Dalam proses penelusuran yang dilakukan oleh tim pemeriksa internal, ditemukan bahwa dari belasan paket pekerjaan jasa konsultansi, mayoritas hanya menampilkan dokumen hasil salin-tempel. Gambar kerja yang digunakan nyaris serupa untuk berbagai lokasi berbeda, dengan satu-satunya pembeda hanyalah nama tempat dan nama perusahaan. Rencana Kerja dan Syarat (RKS), serta perhitungan kebutuhan material dan biaya pun diduga disusun tanpa survei lapangan yang valid.
Salah satu narasumber yang terlibat dalam audit menyebut bahwa dokumen-dokumen ini seperti “dicetak massal, hanya mengganti kop dan alamat.” Bahkan untuk proyek yang semestinya memiliki karakteristik geografis berbeda, hasil perencanaan menunjukkan volume dan komponen bangunan yang seragam. “Tidak mencerminkan kondisi nyata lokasi,” kata sumber tersebut.
Satu Tangan, Banyak Nama
Fakta makin rumit ketika diketahui bahwa meski paket pekerjaan dibagi ke beberapa perusahaan, pelaksanaannya dikendalikan oleh satu pihak yang sama. Tiga dari empat perusahaan yang menerima paket pengadaan, diduga hanya menyalin pekerjaan dari satu penyedia yang dominan. Surat panggilan klarifikasi pun tidak direspons hingga berulang kali.
Di salah satu lokasi, bangunan Pustu dibangun di tanah berkontur miring tanpa modifikasi pondasi sesuai standar. Padahal menurut dokumen perencanaan, lokasi itu digambarkan sebagai tanah datar. “Kalau bangunan dibangun asal copy-paste, siapa yang tanggung jawab kalau roboh?” ujar seorang warga setempat.
Hasil telaah dari tim auditor menyimpulkan hanya satu dari belasan paket yang memiliki kelayakan pembayaran penuh. Selebihnya, negara diperkirakan telah mengeluarkan dana ratusan juta rupiah tanpa perencanaan yang sahih. Seluruh proses ini menimbulkan indikasi pemborosan anggaran secara sistematis.
RSUD pun Tak Luput
Praktik yang sama juga terendus dalam belanja perencanaan gedung layanan rumah sakit daerah. Sebuah proyek gedung VIP/VVIP yang menelan anggaran besar mengalami kekurangan volume pekerjaan akibat dokumen teknis yang lemah. Padahal secara administratif, dana perencanaan dan pengawasan telah dicairkan hampir sepenuhnya.
Penyedia jasa perencana juga masih menggunakan skema pajak yang tak sesuai ketentuan terbaru, menyebabkan kekurangan penyetoran ke kas negara. Audit menyebutkan bahwa nilai kekurangan dan potensi kerugian dalam proyek tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
Pintu Klarifikasi Masih Tertutup
Awak redaksi Intergreenmedia.co.id telah berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi langsung kepada Direktur Utama RSUD Kolonodale dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali Utara atas temuan ini. Namun hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.
Salah satu staf RSUD yang ditemui menyampaikan bahwa pimpinan masih berada dalam perjalanan dinas luar daerah. “Masih di luar kota, nanti kami sampaikan kalau sudah kembali,” ujar staf tersebut singkat.
Pertanggungjawaban di Persimpangan
Temuan ini menjadi gambaran menyedihkan tentang bagaimana belanja publik di sektor kesehatan masih dijalankan secara serampangan. Ketika perencanaan digarap sekadar formalitas dan pengawasan tidak berjalan, maka risiko kerugian anggaran dan kualitas pembangunan menjadi tak terhindarkan.
Apakah ada unsur kelalaian atau praktik sistemik untuk menyiasati pengadaan? Jawaban atas pertanyaan itu masih menggantung. Namun laporan ini menjadi panggilan mendesak bagi aparat pengawasan dan penegak hukum untuk turun tangan.
Jika sektor kesehatan dasar pun tak luput dari praktik pengulangan dan manipulasi administrasi, lalu bagaimana dengan proyek-proyek lainnya? Rakyat menunggu jawaban—bukan dari laporan, melainkan dari tindakan. ( Tim RE Inter Green Media MN RY )












