Sultra,Konawe Utara,InterGreenmedia.co.id – Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol. Dwi Irianto, menginstruksikan Polres Konawe Utara untuk menyiagakan personel 24 jam di titik-titik rawan banjir di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sambandete, Kecamatan Oheo. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas luapan Sungai Laalindu yang mengakibatkan banjir sepanjang 300 meter dengan ketinggian air antara 70 hingga 120 cm.
Penanganan Krisis di Lapangan
Dalam kunjungan langsung ke lokasi, Kapolda menegaskan pentingnya kehadiran aparat guna mengatur arus lalu lintas dan mencegah timbulnya antrian panjang yang dapat menimbulkan kekacauan. “Kami perintahkan agar personel Polres Konawe Utara siaga 24 jam guna mengatur lalu lintas demi keselamatan masyarakat,” ujar Kapolda saat meninjau kondisi di lapangan.
Di tengah keterbatasan infrastruktur, masyarakat setempat mengambil inisiatif menyediakan jasa rakit sebagai alternatif penyebrangan. Tarif yang dikenakan disesuaikan dengan jenis dan berat kendaraan, sebagai upaya adaptasi terhadap situasi darurat.
Insiden di Tengah Antrian
Situasi di lokasi banjir sempat memanas ketika insiden di tengah antrian kendaraan terjadi. Sebuah insiden hampir memicu kerusuhan antara kendaraan jenis toronton bermuatan semen dan mobil AGYA berhasil segera diatasi melalui mediasi aparat. Kapolsek Asera, AKP I Kade Budiyanto, bersama aparat dan pihak terkait, melakukan mediasi hingga situasi kembali kondusif.

Bantuan Sosial untuk Korban Banjir
Selain tugas pengaturan lalu lintas, Kapolres Konawe Utara, AKBP Rico Fernanda, bersama timnya menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan gas elpiji 3 kilogram kepada warga terdampak banjir di UPT. Trans Sambandete. Pendirian dua tenda pelayanan juga dilakukan untuk memberikan ruang istirahat bagi masyarakat yang menunggu penyebrangan.
Kesiapsiagaan dan Sinergi Aparat serta Masyarakat
Kejadian di Desa Sambandete menjadi cermin dari pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Langkah tegas dan koordinasi yang cepat antara pihak kepolisian dan inisiatif warga di lapangan diharapkan dapat mencegah kerusuhan serta mengurangi dampak negatif dari banjir yang kian sering terjadi di era perubahan iklim.
Demikian laporan dari lapangan. Dengan penegasan peran serta seluruh elemen masyarakat dan aparat, diharapkan penanganan bencana dapat berlangsung lebih terstruktur dan efektif guna menjaga keamanan serta kenyamanan publik. ( Tim.Redaksi Inter Green Media.co.id Aslam )












