HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA: SERUAN DARI SULTENG UNTUK PERANG MELAWAN KORUPSI

Sulteng,Palu,InterGreenmedia.co.id – Dalam semangat Hari Antikorupsi Sedunia yang diperingati setiap 9 Desember, Sulawesi Tengah menjadi saksi gerakan besar dari berbagai organisasi yang bersatu melawan korupsi. Dengan tema pemberantasan korupsi yang melibatkan semua elemen masyarakat, aksi bersama akan digelar pada 10 Desember 2024.

Sejumlah organisasi, termasuk ILPS, LBH Sulteng, SAREKAT HIJAU INDONESIA (SHI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Serikat Tani Sigi (STS), Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP), dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulteng, turun ke jalan untuk menyuarakan perlawanan terhadap korupsi yang dianggap menghambat pembangunan dan merusak keadilan sosial.

Aksi ini akan dimulai pukul 09.00 WITA dari Kantor LBH Sulteng di Jalan Yodjokodi, dilanjutkan dengan orasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Bung Agussalim, S.H., seorang advokat sekaligus aktivis Green Lawyer Progressive, korupsi bukan hanya permasalahan hukum, tetapi juga persoalan kemanusiaan. “Korupsi memengaruhi semua aspek kehidupan—dari ekonomi hingga lingkungan. Momentum Hari Antikorupsi Sedunia mengingatkan kita bahwa perang melawan korupsi harus melibatkan semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat sipil,” tegas Agusalim.

Korupsi: Ancaman Global dengan Dampak Lokal

Korupsi telah menjadi masalah serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Laporan Transparency International menunjukkan bahwa banyak negara, terutama yang sedang berkembang, menghadapi tantangan berat akibat praktik korupsi. Di Indonesia sendiri, korupsi sektor sumber daya alam menjadi perhatian khusus, mengingat dampaknya terhadap masyarakat adat, petani, dan kelompok rentan lainnya.

Di tingkat lokal, aksi ini juga menyoroti isu-isu strategis seperti reforma agraria, hak perempuan, dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih transparan. Para peserta aksi berharap suara mereka dapat menggugah kesadaran publik dan mendorong tindakan nyata dari pemerintah.

Aksi yang Menginspirasi Perubahan

Hari Antikorupsi Sedunia tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga ajakan untuk bergerak bersama melawan praktik korupsi. Di tengah kompleksitas tantangan global, seperti perubahan iklim dan ketimpangan ekonomi, aksi ini menjadi simbol solidaritas dalam membangun dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.

Dengan semangat lokal yang terhubung pada isu global, Sulawesi Tengah mengirimkan pesan kuat bahwa perjuangan melawan korupsi adalah kunci menuju masa depan yang lebih baik. Masyarakat dari semua kalangan diajak untuk bersatu dan menjadikan perlawanan terhadap korupsi sebagai prioritas utama.

Aksi ini adalah pengingat bahwa perubahan dimulai dari keberanian untuk berbicara dan bertindak. Sulawesi Tengah telah membuktikan bahwa suara lokal memiliki daya untuk mengguncang dan menginspirasi dunia. Ayo lawan korupsi, demi masa depan yang lebih cerah! JR Royiki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *