SULTENG, MOROWALI UTARA, INTERGREENMEDIA.CO.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, bersama Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Rabu (9/4/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerahkan bantuan kepada warga terdampak serta merumuskan solusi jangka pendek dan jangka panjang dalam menangani bencana banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
Banjir yang terjadi beberapa hari terakhir ini telah memaksa puluhan keluarga mengungsi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morowali Utara, terdapat sedikitnya 34 Kepala Keluarga (KK) terdampak, yang tersebar di lima desa di Kecamatan Petasia Barat dan dua desa di Petasia Timur.
Gubernur Sulteng: Tanggul Permanen dan Peninggian Jalan Nasional Jadi Prioritas
Dalam keterangannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi akan mengambil langkah cepat untuk mengatasi genangan banjir melalui pembukaan saluran air. Namun, solusi jangka panjang tetap dibutuhkan agar bencana serupa tidak terulang.

“Solusi jangka pendek segera kita lakukan, seperti pembukaan aliran sungai. Tapi solusi jangka panjangnya adalah pembangunan tanggul sepanjang bantaran sungai, serta peninggian jalan nasional agar tetap bisa dilalui kendaraan saat banjir,” ujar Gubernur Sulteng saat berdialog di posko pengungsian Desa Bunta.
Gubernur juga menyebutkan bahwa koordinasi akan dilakukan bersama Balai Sungai dan perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar Sungai Laa, yang merupakan titik kritis penyebab luapan air ke pemukiman.
Bupati Morut: Kanal Banjir Didukung PT GNI, Pompa Air Akan Disiapkan
Sementara itu, Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, mengungkapkan bahwa Pemkab telah menyusun rencana teknis sebagai bagian dari penanganan banjir. Salah satunya yakni pembangunan kanal banjir dari hulu ke sungai utama, yang kini mulai dikerjakan dengan dukungan dari perusahaan tambang PT GNI.
“Kami juga akan membangun tanggul dari Ulula hingga Sungai Laa dan menyiapkan pompa air agar genangan tidak bertahan lama. Bunta memang dikenal sebagai wilayah rawan banjir, jadi kami butuh solusi struktural yang berkelanjutan,” ungkap Delis.
Ia juga menambahkan bahwa peninggian jalan dari Desa Bunta ke Kororlama telah diusulkan ke pemerintah provinsi dan masuk dalam skema jangka menengah.
Penyerahan Bantuan dan Peninjauan Lapangan
Gubernur bersama rombongan menyerahkan bantuan logistik kepada warga pengungsi yang tinggal di posko sementara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke titik-titik genangan, termasuk daerah yang rawan terdampak setiap musim hujan.

Turut hadir dalam kunjungan ini :
Muh. Safri – Anggota DPRD Provinsi Sulteng
Dr. Ir. Faidul Keteng, S.T., M.Si., M.T. – Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng
Dr. Yopie Morya Immanuel Patiro, SH., MH. – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulteng
H. Djira K., S.Pd., M.Pd. – Wakil Bupati Morowali Utara
Hj. Warda Dg Mamala, SE – Ketua DPRD Morut
Ir. Musda Guntur, MM – Sekda Morut
Reza Khomeini, S.I.K – Kapolres Morut
Ny. Febriyanthi H.D.J Hehi, S.Si., Apt. – Ketua TP-PKK Morut dan Anggota DPD RI
Sejumlah pejabat provinsi, camat, kepala desa, dan perwakilan perusahaan tambang
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha untuk Sungai Laa
Solusi jangka panjang yang tengah dimatangkan pemerintah akan difokuskan pada pengelolaan Sungai Laa yang kerap menjadi sumber luapan. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak perusahaan, seperti PT GNI, menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan banjir.
“ Perlu ada perencanaan dan penganggaran khusus di tahun 2026 untuk pembangunan infrastruktur penahan banjir secara menyeluruh. Sungai Laa akan menjadi prioritas utama dalam skema ini,” kata Gubernur.( Tim.RE Inter Green Media.Mona A )












