Dari Tanah Hibah Menuju Martabat Hukum: Kantor Kejari Morut Dibangun

Dok, Istimewa Intergreenmedia : Penyambutan oleh pemerintah Daerah Kabupaten Morowali utara pada, kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Bapak Dr. Bambang Hariyanto, S.H, M. H dalam kegiatan peletakan Batu Pertama Gedung kejaksaan Negri

Sulteng,Morut,InterGreenmedia.co.id – Di atas tanah seluas hampir dua ribu meter persegi, sejarah baru ditegakkan di jantung Morowali Utara. Pada momen sakral peletakan batu pertama Gedung Kejaksaan Negeri Morowali Utara, Kepala Kejaksaan Negeri, Mahmuddin, S.H., M.H., menyebutnya sebagai tonggak kedaulatan hukum dan pelayanan publik yang berkeadilan.

“ Ini bukan sekadar pembangunan fisik,” ujarnya lantang di hadapan rombongan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan tamu undangan lainnya. “Ini adalah bentuk kehadiran negara secara nyata di Morowali Utara.”

Dok, Istimewa Intergreenmedia : Penyambutan adat oleh pemerintah Daerah Kabupaten Morowali utara pada, kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah
Bapak Dr. Bambang Hariyanto, S.H, M. H dalam kegiatan peletakan Batu Pertama Gedung kejaksaan Negri

Gedung baru yang akan dibangun dengan konstruksi tiga lantai dan fasilitas modern seperti lift, musholla, ruang tilang dan barang bukti, hingga sel tahanan, bukan muncul begitu saja. Ia lahir dari sejarah panjang yang dimulai sejak 1981, saat kantor ini masih bernama Cabang Kejaksaan Negeri Poso di Kolonodale, lalu berubah menjadi Cabang Kejari Bungku (2003), dan terakhir menjadi Cabang Kejari Morowali Utara pada 2013.

Berdasarkan Peraturan RI Nomor 22 Tahun 2024 tertanggal 12 Februari 2024, statusnya resmi ditingkatkan menjadi Kejaksaan Negeri Morowali Utara. Maka, gedung lama yang kian renta—sudah tak layak tampung pegawai dan rawan ambruk karena dimakan usia—akan digantikan bangunan baru bernilai Rp 25.000.000.000 (Dua Puluh Lima Miliar Rupiah) dari dana APBN murni Tahun anggaran 2025.

Tak sekadar berdiri sendiri, Kejaksaan juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah. “Kami masih kekurangan rumah jabatan untuk para kepala seksi dan mess pegawai. Kami percaya, Pemda dan DPRD Morowali Utara dapat melengkapinya melalui hibah barang atau tanah sesuai kemampuan daerah,” ujar Mahmuddin, menyisipkan harapan.

Keadilan yang Menjejak Tanah
Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, MARS, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Bagi Delis, gedung ini adalah penanda peradaban kota. “Ini akan jadi ikon baru Kolonodale. Ia melengkapi wajah kota, sekaligus memperkuat kerja-kerja kejaksaan,” katanya.

Delis juga mengungkapkan bahwa Pemda Morowali Utara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kejari, khusus untuk pembinaan dan pengawasan dalam setiap kebijakan daerah. Termasuk juga membangun kesadaran hukum masyarakat. “Kami ingin seluruh elemen, dari pemerintah sampai rakyat, paham dan tunduk pada hukum.”


Dok, Istimewa Intergreenmedia : kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah
Bapak Dr. Bambang Hariyanto, S.H, M. H dalam kegiatan peletakan Batu Pertama Gedung kejaksaan Negri Kabupaten Morowali utara

Simbol Negara di Timur Sulawesi
Acara peletakan batu pertama itu tak sekadar seremoni. Ia dihadiri lintas unsur, dari Ketua Wilayah IAD Sulteng, Wakil Bupati, Ketua DPRD (atau yang mewakili), Kapolres, Dandim, Ketua PN Poso, Asisten Kejati, Ketua KPU dan Bawaslu Morut, hingga tokoh-tokoh masyarakat, adat, agama, pemuda, dan perempuan se-Morut.

Turut hadir pula Direktur PT Nurman Abadi sebagai pelaksana proyek, yang menjadi bagian dari wujud sinergi antara sektor publik dan swasta dalam memperkuat kelembagaan hukum di daerah. ( Tim RE inter Green Media Mona A )

Gedung ini kelak bukan hanya tempat kerja para jaksa. Ia adalah simbol kehadiran Negara, monumen harapan, dan benteng terakhir bagi rakyat kecil yang mencari keadilan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *