SULTENG,MOROWALI UTARA, Intergreenmedia.co.id – Di tengah gempuran banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Morowali Utara, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menunjukkan respons cepat dan nyata. Melalui pendirian posko-posko kesehatan darurat, pemerintah daerah hadir langsung memberikan layanan medis bagi warga terdampak banjir, Rabu (9/04/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Morowali Utara, R. Sapara, menegaskan bahwa tiga posko kesehatan utama telah beroperasi, yakni satu posko utama di Desa Bunta, serta dua posko gabungan di Desa Tompira dan Sampalowo.

“Kami mengerahkan tenaga medis, baik dokter maupun perawat dari Puskesmas Beteleme, Molino, dan Tompira. Tujuan kami satu: memastikan setiap warga terdampak banjir mendapat pelayanan kesehatan yang cepat dan memadai,” ujarnya.
Hingga hari ini, tercatat sebanyak 85 pasien mengalami gangguan kesehatan akibat banjir, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, dan penyakit kulit. Beberapa pasien dengan kondisi serius telah dirujuk ke RSUD Kolonodale untuk penanganan lebih lanjut.
Langkah cepat Dinkes Morut ini membuktikan bahwa dalam situasi darurat, negara tak tinggal diam. Akses terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu elemen krusial dalam menjamin keselamatan dan pemulihan warga pascabencana.
Selain layanan medis, kehadiran posko kesehatan juga menjadi simbol bahwa negara tidak abai terhadap hak hidup dan hak sehat masyarakat, terutama di masa krisis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali Utara masih terus melakukan pemantauan di lokasi-lokasi terdampak, dan siap memperluas jangkauan layanan medis jika kondisi mengharuskan.( Tim RE Inter Green Media Mona.A )












