SKANDAL PENGGELAPAN TANAH: KEPALA DESA BUNTA DIDUGA MENIPU KAKAK SEPUPUNYA SENDIRI!

Sulteng,Morut,Intergreenmedia.co.id – Kepercayaan yang dikhianati! Seorang warga bernama Luis Galela harus menelan pahitnya kenyataan setelah tanah yang telah ia kelola sejak tahun 1984 diduga dijual secara sepihak oleh Kepala Desa Bunta, Cristol Lolo, yang tak lain adalah kakak sepupunya sendiri.

Korupsi, pengkhianatan, dan permainan licik pejabat desa!

Kasus ini mencuat setelah Luis Galela mengungkapkan kronologi bagaimana dirinya diduga menjadi korban konspirasi antara dua kepala desa. Tanah yang berbatasan dengan Tanauge di utara, Desa Bungintimbe di timur, dan Bunta di barat, diklaim sebagai haknya sejak ia mengolah kayu di sana pada tahun 1984. Namun, pada tahun 2021, sebuah kesepakatan mencurigakan terjadi antara Kepala Desa Bunta dan Kepala Desa Bungintimbe.

Saat Luis pulang dari Tentena, ia malah mengalami insiden mengejutkan. Ia dihentikan oleh Cristol Lolo di depan rumahnya sendiri! “Ka Luis, ambil uangmu di kantor GNI,” kata Cristol. lolo Luis terkejut. “Uang apa?” tanyanya. Cristol menjelaskan bahwa ada bagian uang sebesar Rp300 juta yang seharusnya diterima Luis dari hasil kesepakatan dengan Kepala Desa Bungintimbe. Namun, ketika Luis datang ke kantor GNI, uang itu raib! Orang yang diduga terlibat, Junait, sudah kabur ke Kendari.

Dimainkan dan Ditipu!

Tahun 2022, Luis kembali menghadiri pertemuan di rumah Cristol yang kala itu masih terdapat pondok pembuatan batu bata. Di sana, hadir empat kepala desa, termasuk Cristol sendiri. Sebelum pertemuan, Cristol secara khusus menelepon Luis dan meminta agar membawa surat tanah aslinya.

Sore itu, di hadapan semua yang hadir, terjadi momen yang diduga sebagai aksi penggelapan surat tanah! Luis membuka map biru berisi surat tanahnya.

“Ka Luis, mana itu surat?” tanya kepala desa. Luis menyerahkan dokumen tersebut ke Coy, yang lalu memberikannya kepada Irma, admin mereka. Sejak saat itu, surat tanah Luis lenyap!

Konspirasi yang Terbongkar!

Setelah bertahun-tahun menunggu, Luis akhirnya menuntut kejelasan. Tahun 2024, ia mendatangi Kantor Kepala Desa Bunta untuk meminta kembali surat tanahnya. Namun, sebelum ia sempat berbicara, Cristol Lolo justru lebih dulu curhat soal masyarakat desa.

Luis memotong pembicaraan dan menuntut kepastian: “Cristol, bagaimana surat tanah saya yang kamu ambil?”

Jawaban Cristol bagaikan petir di siang bolong: “Aduh, sudah terjual.”

Luis murka!

Tanpa pikir panjang, ia langsung meninju meja dan meninggalkan ruangan.

Menuntut Keadilan!

Luis menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam.

“Ini tidak bisa dibiarkan! Saya telah ditipu sebesar Rp300 juta, dan surat tanah saya telah digelapkan! Saya akan menempuh jalur hukum dan menuntut agar keadilan ditegakkan! Siapapun yang terlibat dalam kejahatan ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya!” tegas Luis.

Kasus ini kini menjadi sorotan. Bagaimana mungkin seorang kepala desa, yang seharusnya melindungi warganya, justru menipu keluarganya sendiri?

Apakah hukum akan benar-benar berpihak kepada rakyat kecil?

Hingga berita ini naik cetak, Kepala Desa Bunta, Cristol Lolo, dan kepala Desa BunginTimbe belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Tim.Re Inter green media RY.Mona

Kami akan terus mengawal kasus ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *