Konawe Utara,Intergreenmedia.co.id – Pembangunan infrastruktur merupakan motor penting dalam mendukung sektor perdagangan dan konstruksi di Konawe Utara. Data BPS menunjukkan bahwa sektor konstruksi terus mengalami peningkatan, dengan kontribusi mencapai Rp 537,15 miliar pada tahun 2019 dan terus bertumbuh seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan. Peningkatan ini berdampak langsung pada sektor perdagangan besar dan eceran yang pada 2022 tercatat sebesar Rp 721,18 miliar, memperlihatkan hubungan erat antara infrastruktur dan pergerakan ekonomi.
Pemerintah pusat melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) menekankan pembangunan konektivitas sebagai kunci pemerataan ekonomi. Di tingkat provinsi, Sulawesi Tenggara memperkuat pembangunan jalan penghubung antar kabupaten serta akses ke pelabuhan ekspor, yang secara langsung mendukung pertumbuhan perdagangan Konawe Utara. Kebijakan ini memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya proyek fisik, tetapi instrumen strategis untuk membuka jalur perdagangan yang lebih luas, baik regional maupun global.
Wakil Bupati Abuhaera menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur adalah jembatan menuju kesejahteraan rakyat. Dengan perbaikan akses transportasi, biaya distribusi barang dapat ditekan sehingga harga kebutuhan masyarakat lebih stabil. Hal ini juga relevan dengan upaya pemerintah pusat menurunkan biaya logistik nasional agar daya saing Indonesia meningkat di pasar internasional.
Secara global, pembangunan infrastruktur menjadi isu penting dalam mendukung agenda perdagangan dunia. Forum internasional seperti ASEAN dan G20 menekankan pentingnya konektivitas untuk memperlancar arus barang dan jasa antar negara. Konawe Utara, melalui kebijakan lokal yang sinergis dengan pusat dan provinsi, mengambil peran dalam menghubungkan ekonomi lokal dengan jejaring perdagangan global ( Tim RE Intergreenmedia.co.id Rox ).












