Konawe Utara,Intergreenmedia.co.id – Data BPS Kabupaten Konawe Utara mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai penopang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan kontribusi Rp 1.954,05 miliar pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan bahwa pertanian tetap menjadi sektor strategis dalam menopang struktur perekonomian daerah. Sektor ini bukan hanya menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat petani dan nelayan, tetapi juga menegaskan posisi Konawe Utara dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pemerintah pusat melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta provinsi Sulawesi Tenggara dengan intervensi kebijakan pangan daerah memperkuat fondasi produksi.
Dalam konteks global, ketahanan pangan menjadi perhatian utama FAO PBB, yang mengingatkan bahwa negara berkembang harus memperkuat basis pangan untuk mengantisipasi krisis. Situasi ini membuat kebijakan daerah yang berpihak pada petani dan nelayan memiliki dampak yang jauh lebih luas, bukan hanya untuk Konawe Utara, tetapi juga untuk kontribusi Indonesia pada sistem pangan dunia. Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah benteng utama menghadapi dinamika dunia.
Namun, sektor pertanian tidak lepas dari tantangan. Inflasi lokal yang kerap dipicu oleh kenaikan harga kebutuhan pokok, keterbatasan transportasi, dan tingginya permintaan menjadi tantangan yang harus diatasi. Pemerintah daerah bersama provinsi terus melakukan stabilisasi harga dan distribusi barang untuk mencegah gejolak sosial-ekonomi. Hal ini selaras dengan kebijakan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) yang menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat.
Pertanian di Konawe Utara dengan demikian memiliki posisi strategis, baik secara ekonomi maupun politik. Sektor ini memperlihatkan bagaimana data BPS tidak hanya mencerminkan angka, tetapi juga realitas yang membentuk masa depan pembangunan. Dengan kebijakan pusat, dukungan provinsi, serta kepemimpinan daerah, pertanian Konawe Utara diproyeksikan menjadi episentrum ketahanan pangan yang relevan secara lokal dan global. ( Tim RE Intergreenmedia.co.id Rox )












